Menuju Masyarakat Literat
97500
Mengapa sebuah masyarakat yang memiliki jalan raya yang baik belum tentu memiliki ruang publik yang sehat? Mengapa akses internet yang semakin luas tidak selalu melahirkan warga yang semakin kritis? Dan mengapa pembangunan yang begitu giat masih sering berjalan beriringan dengan menguatnya disinformasi, polarisasi, dan rapuhnya kepercayaan sosial?
Barangkali selama ini kita terlalu lama memandang pembangunan sebagai urusan menghadirkan infrastruktur fisik. Jalan, jembatan, pelabuhan, sekolah, rumah sakit, dan jaringan digital memang penting. Semuanya membuka akses, mempercepat mobilitas, dan menghubungkan manusia dengan berbagai peluang baru. Namun, infrastruktur fisik tidak pernah bekerja sendirian. Ia selalu membutuhkan sesuatu yang jauh lebih sunyi, lebih sulit diukur, tetapi justru menentukan apakah seluruh pembangunan itu benar-benar bermakna bagi kehidupan bersama.
Buku ini mengajak pembaca melihat kembali literasi dari sudut pandang yang berbeda. Literasi sebagai infrastruktur sosial yang memungkinkan masyarakat belajar, berdialog, membangun kepercayaan, mengambil keputusan, dan beradaptasi terhadap perubahan. Tanpa infrastruktur sosial yang kokoh, pembangunan mudah kehilangan arah; kemajuan teknologi dapat berubah menjadi ruang penyebaran disinformasi, sementara limpahan informasi justru melahirkan kebingungan.
Menuju Masyarakat Literat merupakan undangan untuk memikirkan kembali cara kita memahami pembangunan. Sebab, pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang berhasil dibangunnya, tetapi juga oleh kemampuan warganya untuk memahami dunia, merawat pengetahuan, dan hidup bersama secara bermakna.
| Penulis | Ahmad Nurefendi Fradana & Nyoman Suwarta |
| Dimensi | 14x21 cm |
| Tebal | xiii + 235 Halaman |
| Terbit | Agustus 2026 |
| Format | Softcover |




