Literasi Dasar

59500

Dalam kurun setidaknya satu dasawarsa terakhir, perbincangan perihal topik literasi di Indonesia kian marak. Mula-mula, literasi diidentifikasi sebagai keterampilan baca-tulis, atau yang oleh para sarjana kerap disebut melek aksara atau keberaksaraan.
Pada tahap selanjutnya, terminologi literasi berkembang—dan dikembangkan sedemikian rupa mengikuti pola perkembangan peradaban umat manusia sehingga berakibat pula pada corak istilah literasi pada beberapa dimensi. Dewasa kini literasi acap disandingkan dengan istilah-istilah lain sehingga menemukan terminologi baru, seperti literasi media, literasi keuangan, literasi budaya, bahkan literasi agama.
Kendati demikian, berbagai terminologi baru yang muncul terkait literasi pada akhirnya tetap bertumpu pada satu titik: keterampilan membaca dan menulis sebagai landasan. Pada terminologi literasi digital, misalnya, penguasaan atas ruang lingkup digital berarti keterampilan membaca dan menulis pada ranah digital. Demikian pula halnya keterampilan literasi pada terminologi yang lainnya. Perkembangan terminologi ini rasanya sukar untuk berhenti menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan umat manusia atas tuntutan zaman yang kian hari kian kompleks.
Posisi literasi memiliki peran penting dan krusial sebagai bagian dari pranata hidup umat manusia dalam meniti jalan menuju peradaban. Sehingga, oleh karenanya, ia mutlak dikuasai.


Penulis Ahmad Nurefendi Fradana
ISBN 978-602-1261-43-7
Dimensi 13x20 cm
Tebal 99 Halaman
Terbit September 2023
Format Softcover

Berbahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

61000

Tarikh 1928, para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan budaya menggaungkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia. Itulah peristiwa Sumpah Pemuda. Setelah kemerdekaan Indonesia—tepatnya pada 18 Agustus 1945, bahasa Indonesia diakui secara yuridis sebagai bahasa persatuan Indonesia.
Bahasa Indonesia, yang cikal bakalnya berasal dari bahasa Melayu, sesungguhnya merupakan bahasa penghubung antaretnis yang mendiami kepulauan Nusantara sejak Indonesia belum merdeka. Selain itu, bahasa Melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan ini yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing. 
Selain sebagai identitas, bahasa Indonesia kemudian juga menjadi alat pemersatu seluruh elemen bangsa. Keberadaannya menjadi salah satu penanda eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga, bahasa Indonesia dapat dipandang sebagai warisan tak ternilai bagi bangsa Indonesia. Sebab itulah, di perguruan tinggi, bahasa Indonesia menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa—apa pun prodinya.
Buku ini adalah panduan komprehensif bagi mahasiswa yang ingin menguasai bahasa Indonesia dalam konteks perguruan tinggi. Dengan penekanan pada keterampilan komunikasi akademik, buku ini menawarkan penjelasan yang jelas dan relevan untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan berbahasa Indonesia. Ditulis dengan pendekatan praktis, buku ini juga menyediakan materi tambahan dan sumber daya yang berguna untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia secara efektif.


Penulis Ahmad Nurefendi Fradana
ISBN 978-602-1261-12-5
Dimensi 14x21 cm
Tebal 141 Halaman
Terbit September 2017
Format Softcover

Membaca Gerakan Literasi Indonesia

65000

Apa artinya menjadi bangsa literat di tengah gempuran disinformasi, ketimpangan akses, dan budaya instan? Apakah membaca masih relevan ketika wacana publik dikuasai oleh suara yang paling nyaring, bukan yang paling bernalar?
Buku ini menyusuri jalan panjang gerakan literasi di Indonesia, dari gegap gempita program nasional hingga geliat sunyi komunitas akar rumput. Ia tidak sekadar menginventarisasi kegiatan, tetapi membedah struktur, membongkar dikotomi, dan menantang cara berpikir lama yang terlalu teknokratis. Di tangan penulis, literasi bukan slogan, bukan proyek, bukan statistik. Ia adalah praksis—cara hidup yang sadar, kritis, dan terhubung dengan keadilan sosial.
Buku ini mengajak pembaca untuk memahami literasi bukan hanya sebagai kemampuan membaca teks, melainkan sebagai cara membaca dunia. Mulai dari refleksi atas skor PISA dan multiliterasi, hingga hubungan literasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), buku ini menyajikan analisis yang berani dan tidak menye-menye. Ia menggugat pendekatan yang menyajikan literasi sebagai pelengkap pembangunan, dan menawarkan arah baru: literasi sebagai poros perubahan.

Penulis Ahmad Nurefendi Fradana; Joko Susilo
Dimensi 14x21 cm
Tebal 127 Halaman
Terbit Agustus 2025
Format Softcover

Bersama Menjaga Bumi

53500

Isu sekitar lingkungan—dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global, termasuk perubahan iklim, polusi, dan kerusakan keanekaragaman hayati—kian mendesak manusia modern. Indonesia, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, tidak terhindar dari dampak negatif tersebut. Fenomena seperti banjir, kebakaran hutan, dan pencemaran lingkungan menjadi hal yang acap terjadi, mengancam masa depan manusia dan alam semesta.
Dalam menghadapi tantangan ini, literasi lingkungan muncul sebagai salah satu solusi yang sangat penting. Literasi lingkungan bukan hanya tentang memahami isu-isu ekologis, tetapi juga mencakup keterampilan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil tindakan berdasarkan informasi yang berkaitan dengan lingkungan. Konsep ini melibatkan pemahaman terhadap interaksi antara manusia dan lingkungan serta dampak dari tindakan kita terhadap ekosistem.
Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, dalam komitmennya untuk memberdayakan perempuan dan anak, menyadari bahwa peningkatan keterampilan literasi lingkungan demikian penting dan genting. Krisis iklim perlu ditanggulangi bersama. Ada banyak langkah yang dapat diambil sebagai bentuk inisiatif. Buku ini salah satunya.

Catatan untuk pembeli!

Penulis Hervina Emzulia, dkk.
Dimensi 14x21 cm
Tebal 188 Halaman
Terbit April 2025
Format Softcover

Wirid Sunyi: Dimensi Sufistik Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono

40000

Salah satu karya Sapardi Djoko Damono yang monumental adalah Hujan Bulan Juni. Kumpulan puisi yang kemudian juga dinovelkan. Lalu difilmkan.
Dengan kepekaan dan wawasan kesastraannya, karya-karya Sapardi Djoko Damono menjadi amat menarik karena selain menyiratkan pesan-pesan ruhani, juga berakar pada tradisi kehidupan sehari-hari, juga banyak mengandung dimensi sufistik. Baik yang tersirat, lebih-lebih yang tersurat.
Sapardi Djoko Damono kerap secara halus menyusupkan ruh sufisme pada karya-karya puisinya. Sehingga, pesan-pesan transendental sesungguhnya dapat kita temui terserak pada tiap sudut baitnya. Puisi transendental merupakan jenis puisi yang tidak mendasarkan dirinya pada persoalan praktis, mempertanyakan makna kata-kata, dan berkutat pada tema semantik bahasa. Puisi transendental membangun dunianya sendiri dan bergelut dalam dunia itu menuju pemenuhan maknanya sendiri. Melalui makna itu, manusia diajak untuk saling berkomunikasi satu sama lain tanpa menggunakan “bahasa”.
Buku ringkas ini berikhtiar untuk mengetengahkan dimensi sufistik pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni.

Catatan untuk pembeli!

Penulis Ahmad Nurefendi Fradana
ISBN 978-602-1261-32-3
Dimensi 13x20 cm
Tebal 99 Halaman
Terbit Oktober 2020
Format Softcover

Meaningfull Holiday

65000

Liburan bukan hanya waktu untuk bersenang-senang. Bagi para siswa Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya, liburan adalah momen untuk belajar dari kehidupan, menjelajah dunia sekitar, dan merayakan makna kebersamaan.
Lewat kumpulan cerita penuh warna ini, anak-anak menuangkan kisah-kisah liburan mereka dengan gaya polos namun jujur, lucu, juga menyentuh. Mulai dari petualangan seru di desa, eksperimen kreatif di rumah, hingga refleksi sederhana tentang keluarga dan lingkungan.
Setiap tulisan mencerminkan imajinasi, empati, dan semangat Sang Inovator dalam melihat dan membaca dunia.
Disusun dengan penuh cinta, buku ini bukan hanya menjadi wadah ekspresi, tapi juga cerminan bagaimana literasi dan karakter tumbuh melalui pengalaman nyata.
Sebuah karya inspiratif untuk Indonesia yang lebih bermakna.

Catatan untuk pembeli!

Penulis Andien Anggelina, dkk.
Dimensi 14x21 cm
Tebal 163 Halaman
Terbit Juni 2025
Format Softcover
QRCBN 62-9613-3272-076

Cerita Ceria Liburan Sang Inovator

54000

Cerita Ceria Liburan Sang Inovator adalah antologi yang penuh kisah seru dari anak-anak sekolah dasar yang mengisi liburan mereka dengan berbagai pengalaman tak terlupakan. Mulai perjalanan ke desa nenek, petualangan di pantai, hingga eksplorasi hewan-hewan di kebun binatang. Setiap cerita akan membawa pembaca menuju dunia imajinasi yang kaya dan penuh warna.
Melalui setiap halaman, para penulis berkisah tentang keberanian, persahabatan, dan pentingnya menghargai alam serta keluarga. Ditulis dengan gaya yang ceria dan menghibur, buku ini tidak hanya menyajikan cerita yang mengasyikkan, tetapi juga menyisipkan pesan moral yang berharga.
Kumpulan cerita ini bisa menjadi teman sempurna bagi mereka yang ingin menyelami dunia anak-anak dengan berbagai imajinasinya. 

Catatan untuk pembeli!

Penulis Abhimaya Dwi Basoepati, dkk.
ISBN 978-602-1261-32-3
Dimensi 14x21 cm
Tebal 126 Halaman
Terbit Mei 2024
Format Softcover
QRCBN 62-9613-9888-641

Mozaik Kenangan

45000

Selama satu dekade terakhir, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan mengalami transformasi luar biasa di bawah kepemimpinan dr. Umi Aliyah, M.Kes., FISQua—seorang pemimpin yang tak hanya visioner, tetapi juga mengedepankan integritas, keteladanan, dan semangat pelayanan berbasis nilai-nilai kemanusiaan. Buku ini adalah mozaik kisah inspiratif yang ditulis langsung oleh para dokter, perawat, staf, dan mitra kerja yang menyaksikan perjalanan tersebut.
Melalui esai, refleksi, dan dokumentasi visual, pembaca diajak menyelami dinamika di balik layanan kesehatan yang humanis: mulai dari inovasi medis, penguatan tim multidisiplin, hingga program-program sosial yang menyentuh masyarakat marjinal. Setiap tulisan menggambarkan bagaimana dr. Umi Aliyah membangun budaya kerja kolaboratif, menggabungkan profesionalisme kedokteran dengan semangat dakwah Muhammadiyah.
Tak sekadar nostalgia, buku ini juga merekam tantangan mengelola rumah sakit di era disruptif—mulai dari adaptasi teknologi, krisis pandemi, hingga tuntutan transparansi. Di balik pencapaian akreditasi nasional dan peningkatan fasilitas, terselip cerita-cerita haru tentang pasien yang pulih, staf yang berkembang, dan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan seorang pemimpin.
Karya ini adalah penghormatan atas dedikasi tanpa batas sekaligus pengingat bahwa rumah sakit bukan hanya tentang beton dan mesin, melainkan tentang manusia yang berjuang untuk manusia lainnya. Sebuah warisan literasi yang menginspirasi generasi penerus untuk melanjutkan estafet kebaikan.

Catatan untuk pembeli!

Penulis dr. Abdul Manaf, dkk.
Dimensi 14x21 cm
Tebal 95 Halaman
Terbit Mei 2025
Format Softcover